Hidup Saya Sekarang

Saya benar-benar rindu menulis, menulis laporan, menulis sajak, menulis blog, atau apapun.
Lama saya tidak mempekerjakan otak saya yang semakin hari semakin saja tumpul ini untuk memikirkan hal yang setidaknya berguna untuk diri saya sendiri.
Pekerjaan saya liburan ini hanya dihabiskan untuk kerja praktek, yang juga banyak bengongnya…
Saya sendiri sekarang bingung datang ke kantor, lalu ? pada akhirnya saya hanya duduk berjam-jam di depan komputer ini sambil jari-jemari saya aktif menekan-nekan tombol keyboard, itu pun lagi-lagi hanya untuk hal-hal yang tidak berguna.

Semakin hari, semakin banyak saja pikiran-pikiran aneh yang perlahan menggerogoti jiwa saya.
Entahlah, saya merasa sedang berada di titik bawah. Tiba-tiba saya benar-benar kehilangan semangat hidup.
Saya mulai berpikir lelah mengejar cita-cita saya, yang kata beberapa orang, cita-cita saya terlalu banyak dan terlalu utopis.
Saya mulai lelah bermain-main dengan hidup, dan yang mungkin lebih buruk, saya mulai bosan hidup.
wah..wah..jangan lah…

Saya benar-benar rindu separuh jiwa saya, jiwa sanguins saya. Oh ya, ngomong-ngomong, saya ini seorang sanguins-melankolis loh.. dua kepribadian yang sebenarnya hampir mustahil berjalan berbarengan dalam satu jiwa.
Jika diibaratkan, melankolis ada di ujung barat tempat matahari terbenam, sedangkan sanguins berada di ujung sebelah timur tempat matahari terbit.

ya, sanguins melankolis yang approx. 8 bulan terakhir ini saya menjadi begitu melankolis.
Apakah anda tahu bagaimana rasanya menjadi seorang melky? melelahkan, dan ke-melky-an saya tak jarang mengancam keberlangsungan hidup saya [hahahaha...memang agak berlebihan, bagian ini].

Begitulah hidup saya sekarang…

Images

Leave a Reply