Teori Relatifitas :O -lebay ah..=p-
Pernah gak merasa bahwa kehidupan ini begitu aneh??
“Apa anehnya sih Yah??”
“Yaelah Yah,, hidup mah ga usah dipikirin,, jalanin aja..”
“Waladhalah..mbok ya ndak usah dibawa susah to yo..”
“..just enjoy your life Dy..”
beuuuhh… apa lah ya…
coba deh,,kalo lagi ga ada kerjaan, daripada bengong ntar
kesambet, ato mikir jorok, mendingan mikir yang ga penting kayak gw..hahaha
pembenaran..=p
Kenapa si gw
bilang kalo hidup ini aneh? Kerena, menurut gw hal yang paling relatif di dunia
ini adalah kehidupan,,
manusia hidup
dalam kehidupan, kehidupan itu menganut hukum kerelatifan, mau ga mau manusia
juga jadi sesuatu yang relatif..
akkhhh….>.<
apa sih maksudnya…=(
Sebelumnya, kita
harus tau dulu, apa makna harfiah dari relatif..
Relatif adalah
sesuatu yang dinamis, tidak tetap, (Kamus Besar Bahasa Dyah..hahaha)
>> di
kosan gw ga ada KBBI,,huhuhu mohon maap,,
-lanjut-
Apa alasannya gw
bilang kehidupan ini relatif??
Hmm..gw mau
ngambil satu contoh mudah..(contoh ini berlaku kalo salah-benar-baik-buruk
dianggap merupakan bagian dari suatu kehidupan..)
Misalnya nih..
gw ambil contoh soal pukul-memukul,
Ceritanya
begini,, si Budi, lagi jalan di gang sempit nan gelap, tiba-tiba ada preman
nongol dari ujung gang, minta duit ke si Budi, berhubung duit jajan Budi bulan
itu tinggal sisa 20.000 perak, dan kalender masih menunjukkan tanggal 20, maka
Budi pun menolak menyerahkan harta terakhir yang dia punya itu,,kontan sang
preman pun menjadi berang (tanpa pengulangan, soalnya kalo diulang jadi
berang-berang..-_-“), dan mendaratkan bogem mentahnya ke pipi mulus Budi.
Fortunately,,sebelom Budi berubah jadi kentang yang kelamaan dikupas
(baca:biru-biru sekujur tubuh), seorang temannya, sebut saja namanya Badu yang
konon jago silat, datang berlari-lari kecil (kenapa gak lari kenceng aja
sih?!!! ~_~), menghampiri Budi yang hampir sekarat,,,dan tiba-tiba keadaan
berbalik, Sang preman pun asik ber-aduh-aduh dipukulin sama Badu,,dan lari
terbirit-birit takut karma jadi kentang yang tadi udah gw sebutin di atas.
Maka, pulang lah
Budi bersama Badu ke rumahnya masing-masing dengan hati riang..
-the end-
Nah..pesan moralnya apa? Memukul bisa jadi
sesuatu yang buruk, bisa juga jadi sesuatu yang baik, even dari satu orang yang
sama dalam satu kasus. Contohnya ya tadi,, Budi menganggap kelakuan si preman
buruk, karena memukul pipinya,, tapi dalam kasus yang sama, sebaliknya Budi
menganggap apa yang dilakukan Badu adalah benar dan menyenangkan hatinya,
karena Badu memukul preman itu sehingga Budi dapat melanjutkan hidupnya..
Contoh
sederhana..yang menurut gw cukup menunjukkan bahwa kehidupan ini begitu
relatif…
Manusia juga
relatif, tadi gw sebut itu di atas, ada yang sifatnya begini, begitu, begono,,
makanya cara
menghadapi setiap orang yang berbeda pasti berbeda kan??
Hmm…jadi
sepakat ga kalo dibilang hidup ini relatif??
Hahahaha…sejujurnya
gw jadi bingung sendiri.. =p
Okey,,mungkin
sebenernya hidup ya gitu-gitu aja,, ibarat kata hidup adalah sederetan huruf
abjad,,dari jaman batu sampe sekarang ya gitu-gitu aja,, diawali dengan A, dan
diakhiri dengan Z, yang membuat segala sesuatunya jadi nampak relatif adalah
sudut pandang kita,, bagaimana kita melihat sesuatu, menilai sesuatu, belajar
sesuatu, mengambil hikmah dari suatu kejadian, yang pada akhirnya membuat hidup
kita seolah-olah berubah dan tidak tetap..(>.< sotoy banget gw..)
Hohoho..ngelantur
ya…yah,,kadang mikir ga penting juga bisa bikin seneng ko,,=p minimal bikin
kita mikir, buat apa kita hidup,, =)
Ada sudut
pandang yang populer atau konvensional.
Ada sudut
pandang pribadi.
Ada sudut
pandang besar milik kaum mayoritas.
Ada sudut
pandang kecil milik beberapa orang saja.
Namun tidak ada
sudut pandang yang benar.
Anda
selalu benar.
Anda
selalu salah.
Semuanya hanya
bergantung dari sudut pandang mana anda melihat.
Advances in any field are built upon people with the
small or personal point of view
(Whatever You Think, Think The Opposite : Paul Arden)
March 4th, 2008 at 10:19 am
Yang absolut adalah relativitas itu sendiri,,,
Hm,,,
Hidup memang banyak gradasinya,,,
Ada yang hitam, ada yang putih,,,
Tapi ada juga yang abu2,,,
March 31st, 2008 at 2:00 am
daripada mikir teori relativitas mending mikir jorok (kalo gue). btw, nih KBBI online. dah dapet blom? http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php
November 25th, 2008 at 5:11 am
Yang relatif cara berpikir kita, karena kita gak punya semua pengetahuan tentang sesuatu. Didunia gak da yang relatif. Semuanya tertata. Apa yang kita disebut relatif sebenar tidak relatif…itu pasti.
Karena kiyanya gak tau aja trus dibilang relatif. Daripada salah…ya gak.