AKU RINDU KEPALAKU (MIKE/1946/COLORADO)
“Sudah satu tahun
ini aku hidup tanpa kepalaku, dan aku hanya bisa merasakan keberadaannya di
dekatku dalam kondisi sudah dikeringkan..” Itu gw ilustrasikan sebagai sebagian
kecil jeritan hati Alm. Mike, di tahun 1946. Mike kehilangan kepala tepatnya
pada tanggal 10 September 1945. Dan bisa bertahan hidup selama 2 tahun !!!
“OMG!!”
Gimana bisa?
Katanya sih..keberuntungan Mike adalah karena pembuluh venanya tidak ikut
terpenggal, dan ada banyak batang otak yang masih menempel di lehernya. (kata
ade gw, batang otak itu terdiri dari apa…apa…dan apa…gitu…yang gw lupa
namanya.. >.< maap.. dan pada batang otak terdapat pusat kesadaran..)
Jadi, siapakah Mike
sebenarnya??
Mike adalah seekor
ayam gemuk milik Lloyd Olsen, di Colorado pada tahun 1945-an. Sampai akhir
hayat Mike, Lloyd berhasil mencapai masa kejayaan dengan mengumpulkan 4500
dolar/bulan, dan dihargai 10.000 dolar, melalui pertunjukan “Mike si Ayam Tanpa
Kepala”
-okey..sampai di
sini udah ada yang bingung belum, wahai pembaca yang setia? =p-
Cerita di atas
berhasil gw dapatkan dari satu buku karangan John Lloyd & John Mithinson,
dengan judul : Apakah Hitler Vegetarian ? & Dari Lantai Berapa Paling Baik
Untuk Melempar Kucing ?
Hohohoho…
Bukunya bagus…banyak
banget pertanyaan-pertanyaan aneh yag jawabannya gak terduga. Salah satunya
adalah cerita di atas dengan judul : “Berapa Lama Seekor Ayam Bisa Hidup Tanpa
Kepalanya ?” Menarik..Buku ini bahkan termasuk genre buku non fiksi-sains populer.
Tapi dari semua itu, ada
beberapa hal yang gw cermati. Seberapa jauh orang-orang yang membaca buku ini
akan percaya dengan isinya? Bahkan gw sendiri sempet mikir..semakin dibaca, gw
semakin merasa membaca suatu kebohongan publik. Gw gak mengatakan bahwa buku ini
menipu orang banyak, Cuma perlu sedikit kritis untuk membacanya, sebelum
nyebarin isinya ke orang lain (hahaha..gaya..=p). Apa masalahnya??
Buku ini sangat sedikit
(bukan tidak sama sekali) mencantumkan sumber-sumber otentik dari data yang
mereka kemukakan. Jangankan footnote, daftar pustaka aja ga ada..
Ya…walaupun
jawaban-jawabannya logis sih..tapi kan tetep aja, kita butuh dasar untuk
percaya kan?? Kalau mau positif thinking sih nih ya…mungkin..si penulis
sengaja biar kita gak percaya gitu aja. Karena semakin kita banyak baca,
semakin banyak kita dapet sesuatu, bukan kah akan terasa semakin gak tau
apa-apa? Mungkin si penulis ingin kita cari tau sumbernya sendiri, jadi bisa
tau secara langsung dan mungkin akan lebih banyak lagi yang kita dapet dari hasil
eksplorasi tersebut..(iya gitu?? Huhuhu…maksa banget deh Yah… =()
Toh gak semua yang kita
baca itu bener…=D
”Kita hanya mengetahui
seperjuta dari satu persen mengenai apapun” –Thomas Alfa Edison-