Indahnya hidup..(part IV)
Part IV dari tulisan ini mungkin akan menjadi bagian terakhir dari kisah gw ini..
Entah kenapa gw tiba-tiba pengen nulis bagian ini,,
selama 1 minggu ini gw banyak berpikir, gw banyak nyari masukan dari mana-mana..
gw coba menenangkan diri gw dan mengembalikan semangat gw..
gw mencoba mengembalikan rasio gw..
gw berusaha memandang masalah gak cuma dari kaca mata gw..
gw berusaha introspeksi diri gw..
gw pengen berpikir lebih bijaksana..
untuk mempertahankan suatu hubungan dalam jangka waktu lama memang bukan lah hal yang mudah..
karena pria memang diciptakan berbeda dengan wanita..
even just cara pikir yang sederhana,,cara menyelesaikan masalah,,
sebagian besar pria memilih untuk menyendiri ketika punya masalah..
mereka akan memilih menyelesaikan masalah itu sendiri, dan mereka yakin mereka mampu,
ga akan ada seorang pun yang diijinkan masuk ke masalahnya, ikut campur, walopun dengan dalih ingin membantu..
siapa pun,,termasuk pasangannya,,
dan ketika si pria diam, maka sang wanita akan berpikir bahwa si pria tidak sayang lagi dan melupakannya..
padahal sang wanita hanya ingin membantu meringankan masalahnya..
sebaliknya..ketika wanita punya masalah, mereka butuh tempat bercerita dan berbagi,,
namun pria akan berpikir sebagaimana yang mereka terapkan pada dirinya sendiri..
sang pria akan memilih membiarkan sang wanita menyendiri sejenak..
maka wanita pun kembali berpikir, sungguh tidak pedulinya si pria terhadap masalahnya..
hal2 sepele yang bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik..
cinta bukan lah jantung yang berdebar kencang atau pun melulu hal yang indah dan manis..
cinta adalah ketika dalam keadaan sesulit apa pun sepasang manusia tetap dapat bertahan bersama,,
seburuk apa pun kondisinya, sekacau apa pun, keduanya tidak akan pernah menyerah pada keadaan..
dan akan terus berusaha mempertahankan hubungan, komitmen yang telah dibuat..
itu salah satu cara baru gw untuk memandang apa itu cinta..
saat kita memutuskan untuk membagi hidup kita dengan orang lain,
maka saat itu juga kita harus siap menerima orang itu apa adanya..
karena merubah pasangan seperti apa yang kita inginkan tak ubahnya bercermin pada diri sendiri..
lo mau pasangan yang lembut dan romantis, cari lah yang lembut dan romantis, that’s it..
dan untuk nerima pasangan apa adanya itu emang susah banget..
cuma akan jadi mudah kalau kita bener2 tulus..
dan lagi2 terkadang semua itu butuh waktu..
itu lah kesalahan gw,,
gw masih bodoh, dan mungkin gw memang belum siap berkomitmen..
gw masih banyak menuntut..
gw masih gak dewasa..
gw masih egois..
mungkin memang gw harus ditampar oleh rasa kehilangan untuk nyadarin semua kesalahan gw…
dan akhirnya gw sadar, putus bukanlah sekedar rasa kehilangan,,tapi lebih kepada urusan yang belum terselesaikan..
penyelesaiannya??
cuma gw dan Tuhan yang tau.. =)
-nikmati hidup,,bersyukurlah pernah merasakan sesuatu yang bernama cinta,,
dan jangan pernah hapus warna hidup yang udah kita dapatkan, seputih apa pun atau sehitam apa pun warna itu..
karena kenyataannya baik hitam, putih, merah, hijau, biru, kuning atau pun jingga, semuanya adalah seni dalam memaknai hidup..-
March 8th, 2008 at 10:23 am
jadi inget.. ada yg pernah bilang..
wagamama ha otoko no tsumi, sore wo yurusanai noha onna no tsumi